SURABAYA | Tribhuwana – Masjid bukan sekadar tempat beribadah, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk belajar, mengembangkan potensi, dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat. Semangat tersebut tercermin dari bergabungnya dua kader muda, Aydin Rafano Abdullah dan Fariz Zazuli Wikantomo, dalam keluarga besar Masjid Remaja Surabaya.
Keduanya memperkenalkan diri dalam kegiatan rutin penguatan kader muda yang diselenggarakan Departemen Pembinaan Kader Masjid Remaja pada Ahad sore (18/10/2026), di ruang utama Masjid Remaja, Jalan Kali Lom Lor III Nomor 41, Surabaya.
Bergabungnya Aydin dan Fariz menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi kader masjid sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, memperluas persahabatan, memperkuat nilai keislaman, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Keduanya datang dengan potensi yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi modal untuk saling melengkapi dan berkontribusi dalam kegiatan masjid.
Mengembangkan Bakat, Membuka Ruang Pengabdian
Aydin Rafano Abdullah, siswa SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, memiliki kemampuan dalam bidang azan, qiraah, dan tartil Al-Qur’an. Talenta tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan keagamaan sekaligus menjadi bagian dari syiar Islam di lingkungan masjid.
Sementara itu, Fariz Zazuli Wikantomo merupakan siswa SMK PGRI 4 Surabaya jurusan Audio Video. Ia memiliki keterampilan dalam bidang perangkat audio, termasuk reparasi peralatan suara, yang berpotensi mendukung kebutuhan teknis kegiatan masjid.
Kehadiran keduanya menunjukkan bahwa pembinaan remaja masjid dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan, keterampilan, dan pengabdian. Kemampuan yang dipelajari di sekolah dapat dikembangkan melalui pengalaman nyata, sementara kegiatan masjid menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama dan bertanggung jawab.
Menariknya, Aydin dan Fariz merupakan alumni SMP Muhammadiyah 9 Surabaya. Setelah melanjutkan pendidikan di sekolah yang berbeda, keduanya kembali dipertemukan dalam lingkungan yang sama untuk belajar dan bertumbuh melalui kegiatan keagamaan serta sosial.
Masjid sebagai Ruang Bertumbuh bagi Generasi Muda
Pembina Departemen Pembinaan Kader Masjid Remaja, Irvandy Andriansyah, menyambut positif bergabungnya dua kader baru tersebut. Ia berharap kehadiran Aydin dan Fariz menjadi awal perjalanan yang baik dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan membangun jiwa kepemimpinan.
Menurutnya, setiap anak muda memiliki kelebihan yang dapat dikembangkan. Karena itu, masjid perlu menjadi lingkungan yang positif bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, membangun persaudaraan, serta berani mengambil tanggung jawab.
Pembinaan kader juga tidak cukup hanya berorientasi pada keterampilan. Nilai keislaman, akhlak, kedisiplinan, dan amanah perlu berjalan beriringan agar generasi muda mampu menggunakan kemampuannya secara positif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Di Masjid Remaja, perbedaan bakat diharapkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Setiap kader memiliki kesempatan untuk belajar sesuai potensinya sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan dakwah dan pelayanan kepada jamaah.
Menyiapkan Kader, Menumbuhkan Pemimpin Masa Depan
Pembinaan kader muda tidak berhenti pada pertemuan rutin setiap pekan. Lebih jauh, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang mampu menggerakkan kegiatan masjid, melayani jamaah, menghidupkan dakwah, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan penguatan kader setiap Ahad sore, Departemen Pembinaan Kader Masjid Remaja berupaya menanamkan nilai keislaman, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat pengabdian.
Bergabungnya Aydin dan Fariz sekaligus menjadi pengingat bahwa masa muda dapat diisi dengan kegiatan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Talenta dalam bidang keagamaan maupun keterampilan teknis memiliki ruang untuk tumbuh ketika didukung lingkungan yang tepat. Dari proses belajar bersama, para kader diharapkan semakin percaya diri, berkarakter, dan siap mengambil peran sesuai kemampuannya.
Harapannya, semakin banyak anak muda yang menjadikan masjid sebagai rumah kedua, tempat memperkuat iman, mengasah keterampilan, membangun persaudaraan, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Sebab, memakmurkan masjid bukan hanya tentang meramaikan kegiatan ibadah, melainkan juga menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, terampil, dan peduli terhadap sesama.







