Pemerintahan

Bupati Subandi Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Dorong CSR Lebih Berdampak bagi Masyarakat

7
×

Bupati Subandi Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Dorong CSR Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO | Tribhuwana.com – Pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan dunia usaha. Semangat kolaborasi itulah yang menjadi pesan utama dalam pengukuhan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029 di Pendopo Delta Wibawa.

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengukuhkan kepengurusan Forum TJSLP tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan rilis yang diterima Tim JNR Kominfo Jatim, Senin (2/11/2026), kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, perusahaan anggota Forum TJSLP, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. Dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) diperlukan agar manfaat pembangunan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Saya berharap perusahaan-perusahaan di Sidoarjo berperan aktif melalui program CSR yang terencana dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Menurut Subandi, Forum TJSLP memiliki posisi strategis dalam menyelaraskan kontribusi perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah. Ruang lingkupnya mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan.

Ia secara khusus mendorong agar program CSR tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada program berkelanjutan yang memberikan dampak jangka panjang.

Salah satu perhatian yang disampaikan adalah dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak yatim. Melalui kolaborasi perusahaan, bantuan beasiswa diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Sidoarjo untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Kalau perusahaan-perusahaan yang ada di Sidoarjo bisa berkolaborasi, misalnya membantu anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, tentu manfaatnya sangat besar. Karena itu, saya berharap Forum TJSLP segera menyusun perencanaan yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain mengoptimalkan kontribusi CSR, Subandi juga mengajak pengurus forum membangun komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Forum TJSLP diharapkan menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program CSR agar pelaksanaannya sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung penguatan koordinasi tanpa mengintervensi keputusan perusahaan dalam menentukan program tanggung jawab sosialnya.

Sementara itu, Ketua Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029, Herty Achmayant, menyampaikan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar seremoni pergantian organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mengambil bagian pada pembangunan daerah.

“Forum TJSLP harus menjadi wadah komunikasi, koordinasi, konsultasi, dan evaluasi agar program CSR perusahaan semakin terarah. Selain itu, memberikan manfaat yang terukur serta selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.

Herty menambahkan, pihaknya akan mendorong penguatan komunikasi antarperusahaan, peningkatan kualitas perencanaan program, serta transparansi dalam pelaksanaan dan evaluasi kegiatan CSR.

Koordinasi dengan Bappeda Sidoarjo dan perangkat daerah terkait juga akan diperkuat agar berbagai program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, seluruh perusahaan di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat berpartisipasi sesuai karakteristik dan kemampuan masing-masing, dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pengukuhan Forum TJSLP periode 2026–2029 pun diharapkan menjadi langkah untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari banyaknya infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari semakin terbukanya akses pendidikan, meningkatnya kesejahteraan, serta hadirnya manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.