KARABÜK, TURKI | Tribhuwana.com – Masa depan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak harus berhenti di dunia kerja. Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan hingga ke luar negeri, juga menjadi jalan yang perlu dibuka lebar bagi generasi muda vokasi.
Semangat itulah yang dibawa Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA), Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., saat melakukan kunjungan dan penjajakan kerja sama pendidikan internasional dengan Karabük University, Turki, Kamis (5/11/2026).
Dalam pertemuan bersama Wakil Rektor Karabük University, Prof. Dr. Ismail Rakip, pembahasan mengarah pada peluang pengembangan akses pendidikan tinggi internasional bagi lulusan SMK Muhammadiyah di Surabaya.
Penjajakan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka kesempatan bagi siswa MUDISA agar tidak hanya memiliki kompetensi memasuki dunia industri, tetapi juga mempunyai akses dan kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
Karabük University, Gerbang Pengalaman Akademik Internasional
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ismail Rakip menjelaskan bahwa Karabük University merupakan perguruan tinggi negeri yang memiliki sekitar 40.000 mahasiswa, termasuk lebih dari 11.000 mahasiswa internasional dari hampir 100 negara.
Kampus tersebut menyediakan beragam pilihan bidang pendidikan, mulai dari kesehatan, teknik, teknologi, bisnis, administrasi, hingga perbankan dan keuangan.
Peluang lainnya adalah program pertukaran mahasiswa melalui jaringan Erasmus. Melalui program tersebut, mahasiswa yang memenuhi persyaratan berkesempatan mengikuti kegiatan akademik selama satu atau dua semester di universitas mitra di sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Italia, Inggris, dan Prancis.
Kesempatan ini tentu menjadi pengalaman berharga. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan di Turki, tetapi juga berpeluang memperluas wawasan, mengenal budaya akademik internasional, serta membangun jejaring lintas negara.
Irvandy: Jangan Batasi Cita-Cita Anak SMK
Irvandy Andriansyah menegaskan bahwa paradigma pendidikan vokasi perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Menurutnya, lulusan SMK memang harus memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Namun, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi juga harus menjadi bagian dari masa depan yang dapat mereka raih.
“Jangan sampai anak-anak kita merasa bahwa setelah lulus SMK, pilihan masa depannya hanya bekerja. Mereka juga harus berani bermimpi kuliah di perguruan tinggi, bahkan di luar negeri. Tugas sekolah adalah membuka jalan, mempersiapkan kemampuan, dan mendampingi mereka untuk meraih cita-cita tersebut,” ungkap Irvandy.
Ia berharap penjajakan dengan Karabük University dapat menjadi awal pengembangan program pendidikan internasional bagi siswa sekolah Muhammadiyah di Surabaya.
Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah International Education Pathway, yakni program pendampingan bagi siswa yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke Turki.
Program tersebut direncanakan mencakup penguatan kemampuan bahasa Inggris, pengenalan bahasa Turki, informasi pilihan program studi, pendampingan pendaftaran, hingga informasi beasiswa dan pembiayaan pendidikan.
Dengan persiapan sejak dini, siswa diharapkan memiliki bekal akademik, kemampuan bahasa asing, karakter, kedisiplinan, dan kemandirian untuk menghadapi seleksi pendidikan internasional.
Dua Jalur Masa Depan, Satu Kesempatan yang Sama
SMK MUDISA ingin membangun pemahaman bahwa pendidikan vokasi bukanlah jalur yang membatasi pilihan masa depan. Sebaliknya, pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi untuk memasuki dunia profesional sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ada dua orientasi yang ingin terus dikembangkan.
Pertama, Ready to Work. Menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, berkarakter, siap memasuki dunia industri, serta memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.
Kedua, Ready to Study Abroad. Membuka kesempatan bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional melalui penguatan akademik, bahasa asing, serta pendampingan informasi dan administrasi pendidikan.
Kedua jalur tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan saling melengkapi. Setiap siswa berhak menentukan arah masa depannya berdasarkan potensi, minat, dan cita-cita masing-masing.
Dari Surabaya untuk Masa Depan Generasi Mendunia
Penjajakan dengan Karabük University menjadi bagian dari upaya SMK MUDISA memperluas jejaring pendidikan dan menghadirkan lebih banyak pilihan masa depan bagi peserta didik.
Irvandy berharap komunikasi dengan pihak universitas dapat terus berlanjut dan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis serta program kerja sama yang konkret, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh siswa dan keluarga besar Muhammadiyah.
Sebab, kesempatan meraih pendidikan tinggi semestinya tidak dibatasi oleh asal sekolah maupun label pendidikan yang ditempuh.
Anak-anak SMK juga berhak bermimpi menjadi teknisi profesional, pengusaha, ahli teknologi, sekaligus mahasiswa di perguruan tinggi dunia.
Dari Surabaya, SMK MUDISA ingin menanamkan satu pesan penting: lulusan SMK bukan hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dipersiapkan untuk membangun masa depan dengan pilihan yang lebih luas.
SMK MUDISA – Ready to Work, Ready to Create, Ready to Study Abroad.
From Vocational School to Global University. MUDISA Goes International!






