Pendidikan

SMK MUDISA Raih Juara 3 Mobile Legends, Bidik Prestasi Lebih Tinggi Menuju Porprov 2027

7
×

SMK MUDISA Raih Juara 3 Mobile Legends, Bidik Prestasi Lebih Tinggi Menuju Porprov 2027

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Prestasi kembali menghampiri SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa). Kali ini, giliran tim e-sport yang mengharumkan nama sekolah setelah berhasil meraih juara 3 turnamen Mobile Legends dalam ajang Surabaya Rising Champion, Minggu (25/10/2026).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi siswa tidak hanya tumbuh di ruang kelas maupun praktik kejuruan. Di arena e-sport, mereka juga mampu menunjukkan strategi, kedisiplinan, komunikasi, dan kekompakan dalam menghadapi persaingan.

Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 itu menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Bagi tim SMK Mudisa, podium ketiga bukan sekadar pencapaian, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Tiga Siswa, Satu Semangat Membawa Nama Sekolah

Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan tiga siswa SMK Mudisa, yakni Moh. Satriawan dari kelas XI DKV 2, Muhammad Sanjaya Mulya dari kelas XI TJKT 1, dan Rasya Abi Permana dari kelas XII TJKT 2.

Meski berasal dari jurusan berbeda, ketiganya dipertemukan oleh semangat yang sama: berjuang sebagai satu tim dan membawa nama baik sekolah.

Dalam kompetisi yang menuntut kecepatan mengambil keputusan, ketepatan strategi, serta koordinasi antarpemain, kemampuan individu saja tidak cukup. Kerja sama dan kepercayaan menjadi bagian penting untuk menghadapi setiap tantangan pertandingan.

Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa e-sport dapat menjadi ruang pengembangan bakat apabila dijalankan secara terarah, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kepala Sekolah: Prestasi Harus Berjalan Seiring Pendidikan

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas pencapaian para siswa. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari proses yang membutuhkan latihan, kerja sama, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.

“Alhamdulillah, selamat kepada tim e-sport SMK Mudisa yang kembali menorehkan prestasi. Meraih juara 3 bukanlah hasil yang datang begitu saja. Ada latihan, kerja sama, strategi, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah di balik pencapaian tersebut,” ungkap Irvandy.

Menurutnya, sekolah perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minatnya. Namun, pengembangan potensi tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab utama sebagai pelajar.

“Anak-anak harus mampu membuktikan bahwa bermain game juga bisa menjadi jalan meraih prestasi apabila dilakukan dengan serius dan disiplin. Namun, jangan sampai lupa bahwa tugas utama kalian adalah belajar, menyelesaikan pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan masa depan. Jadilah generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia profesional,” pesannya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa prestasi di luar kelas bukanlah pengganti pendidikan, melainkan bagian dari proses membangun karakter, selama keduanya berjalan seimbang.

Rasya: Kami Akan Terus Berlatih dan Mengevaluasi Diri

Salah satu anggota tim, Rasya Abi Permana, siswa kelas XII TJKT 2, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya.

Baginya, juara ketiga menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa masih ada ruang untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan kualitas permainan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa meraih juara 3 dan membawa nama baik SMK Mudisa. Persaingan dalam turnamen ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kami belajar bahwa kemampuan individu saja tidak cukup. Kekompakan, komunikasi, strategi, dan kepercayaan kepada teman satu tim sangat menentukan hasil pertandingan,” ujar Rasya.

Ia menegaskan, hasil tersebut tidak akan membuat tim berpuas diri. Sebaliknya, pencapaian itu menjadi dorongan untuk berlatih lebih konsisten dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

“Kami akan terus berlatih, mengevaluasi kekurangan, dan meningkatkan kemampuan. Semoga ke depan kami bisa meraih hasil yang lebih baik dan kembali membawa pulang prestasi untuk SMK Mudisa. Mohon doa dan dukungannya,” tambahnya.

Podium Ketiga Menjadi Awal Langkah Berikutnya

Bagi SMK Mudisa, raihan juara ketiga di Surabaya Rising Champion bukanlah garis akhir. Prestasi ini menjadi modal awal untuk terus mengembangkan potensi siswa di bidang e-sport, sekaligus memupuk keberanian untuk tampil dan bersaing dalam kompetisi yang lebih luas.

Lebih dari sekadar mengejar trofi, pertandingan juga menjadi ruang pembelajaran tentang arti sportivitas, pengendalian emosi, penghormatan terhadap lawan, serta kemampuan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi latihan, memperbaiki kekurangan, dan terus menyeimbangkan prestasi dengan kewajiban belajar.

Selamat kepada Moh. Satriawan, Muhammad Sanjaya Mulya, dan Rasya Abi Permana atas raihan juara 3 Mobile Legends. Semoga capaian ini menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus menggali potensi, mengukir prestasi, dan membawa nama baik sekolah.

SMK MUDISA — bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan berprestasi.