KesehatanPendidikan

Dari 500 Peserta, Siswa SMK MUDISA Surabaya Raih Medali Perunggu Kompetisi Coding iSYOUTH 2026

14
×

Dari 500 Peserta, Siswa SMK MUDISA Surabaya Raih Medali Perunggu Kompetisi Coding iSYOUTH 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Kerja keras dan ketekunan mengantarkan dua siswa SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA), Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin, meraih Bronze Medal atau medali perunggu dalam Coding Innovation Challenge pada ajang World Mental Health Day iSYOUTH 2026.

Prestasi tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang keduanya hingga berhasil menembus babak final di tengah persaingan sekitar 500 peserta. Babak final berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Aloft Hotel Pakuwon City, lantai 9, Surabaya.

Bukan sekadar penghargaan, capaian ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan teknologi siswa sekolah kejuruan dapat berkembang menjadi inovasi yang menyentuh persoalan nyata di lingkungan mereka.

Dalam kompetisi tersebut, Nuril dan Satria mengembangkan aplikasi berbasis bahasa pemrograman Python berjudul “Membangun Resiliensi Kesehatan Mental dan Dukungan Sebaya untuk Pelajar SMK MUDISA.”

Karya itu mengangkat isu kesehatan mental yang dekat dengan kehidupan pelajar. Melalui pendekatan teknologi, keduanya berupaya menghadirkan gagasan tentang pentingnya ketahanan mental, kepedulian antarteman, dan terciptanya lingkungan sekolah yang lebih suportif.

Inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan coding tidak hanya berkaitan dengan penyusunan baris-baris program, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan solusi atas persoalan sosial.

Guru Pembimbing Apresiasi Perjuangan Siswa

Guru pembimbing, Gani Nur Utomo, mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan kedua siswa yang mampu melewati proses kompetisi hingga meraih medali perunggu.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kesungguhan siswa dalam berlatih, mengembangkan keterampilan, dan menghadapi setiap tahapan kompetisi.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah hingga berhasil mencapai babak final. Alhamdulillah, perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil dengan meraih Bronze Medal,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan berani menghadapi kompetisi yang lebih menantang.

Sebab, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari posisi di podium, tetapi juga dari proses belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan dalam mengembangkan potensi diri.

Kepala Sekolah: Bukti Potensi dan Daya Saing Siswa

Kepala SMK MUDISA, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., turut menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih kedua siswanya.

Ia menilai medali perunggu tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras siswa sekaligus bukti bahwa pelajar SMK memiliki peluang untuk mengembangkan inovasi teknologi dan menunjukkan kemampuan di tengah persaingan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak telah menunjukkan semangat yang luar biasa, keuletan, ketelitian, dan kemampuan dalam bidang coding. Mereka sudah berjuang dengan sungguh-sungguh sejak proses seleksi hingga babak final, dan hari ini perjuangan itu membuahkan hasil dengan diraihnya Bronze Medal,” tutur Irvandy.

Ia juga mengapresiasi peran guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

“Bagi kami, medali ini sangat berarti. Ada kerja keras, kesungguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah di balik pencapaian ini. Kami bangga kepada anak-anak hebat SMK MUDISA. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Prestasi yang Membuka Jalan Menuju Tantangan Berikutnya

Bagi SMK MUDISA, pencapaian ini bukan sekadar catatan prestasi, melainkan bagian dari proses membangun generasi muda yang kompeten, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kompetisi tersebut, para siswa memperoleh pengalaman berharga dalam mengembangkan gagasan, menerapkan keterampilan pemrograman, serta mengomunikasikan inovasi yang mereka hasilkan.

Medali perunggu mungkin bukan penghargaan tertinggi dalam kompetisi kali ini. Namun, capaian tersebut menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih jauh, mengasah kemampuan, dan membuka peluang meraih prestasi berikutnya.

Keberhasilan Nuril dan Satria juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMK MUDISA, sekaligus pengingat bahwa potensi siswa dapat tumbuh melalui kesempatan, pendampingan, dan semangat untuk terus belajar.

Selamat kepada Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin atas raihan Bronze Medal dalam Coding Innovation Challenge iSYOUTH 2026. Apresiasi juga diberikan kepada Gani Nur Utomo selaku guru pembimbing serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Dari barisan kode Python, lahir sebuah karya dan pengalaman yang berharga. Perjalanan belum berakhir, sebab setiap prestasi dapat menjadi awal bagi langkah yang lebih besar.

SMK MUDISA — Berakhlak, Kompeten, Mandiri, Berprestasi, dan Siap Mendunia!