SURABAYA | Tribhuwana.com – Semangat perjuangan pemuda Indonesia kembali menggema! Siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) turut mengambil bagian dalam peringatan 98 Tahun Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sekaligus Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), di Taman Makam Pahlawan W.R. Supratman, Jalan Kenjeran, Surabaya.
Berlokasi di makam sosok pahlawan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, kehadiran para pelajar ini bukan sekadar memenuhi undangan atau mengikuti seremoni. Lebih dari itu, mereka membawa pesan tentang nasionalisme, persatuan, dan tekad generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.
Salah satu momen yang membanggakan adalah ketika Achmad Adelard W., siswa kelas XI PBS SMK Mudisa, dipercaya membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Kesempatan istimewa tersebut menjadi pengalaman berharga yang menanamkan kesadaran bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa.
Achmad mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru karena dapat menjadi bagian dari peringatan bersejarah tersebut.
“Saya merasa bangga dan terharu bisa membacakan Sumpah Pemuda di tempat bersejarah ini. Saya semakin menyadari bahwa perjuangan para pemuda terdahulu harus kita lanjutkan dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan meraih prestasi untuk Indonesia,” ungkapnya.
Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah dan terus mengisi masa muda dengan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
PADUAN SUARA SMK MUDISA, HARMONI YANG MENYATUKAN SEMANGAT KEBANGSAAN
Kebanggaan SMK Mudisa semakin terasa ketika siswa-siswinya mendapat kepercayaan untuk tampil sebagai perwakilan paduan suara dalam kegiatan tersebut.
Melalui lantunan suara yang harmonis, para siswa menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk seni, kedisiplinan, kekompakan, dan keberanian mengambil peran dalam kegiatan kebangsaan.
Pengalaman ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata bahwa nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus ditanamkan dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.
IRVANDY ANDRIANSYAH: GENERASI MUDA HARUS MELANJUTKAN PERJUANGAN PAHLAWAN!
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada siswa-siswi SMK Mudisa untuk berpartisipasi dalam peringatan bersejarah tersebut.
Menurutnya, kesempatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter yang mengajarkan siswa untuk menghargai sejarah, mencintai Tanah Air, dan memahami arti perjuangan.
“Kami sangat bangga melihat siswa-siswi SMK Mudisa mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari peringatan bersejarah ini. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga belajar tentang nilai perjuangan, persatuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” jelas Irvandy.
Ia menegaskan bahwa tantangan pemuda masa kini berbeda dengan perjuangan generasi terdahulu. Jika dahulu para pemuda berjuang mempersatukan bangsa dan merebut kemerdekaan, kini generasi muda harus meneruskan perjuangan melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan prestasi.
“Jangan sampai kita hanya bangga menjadi bangsa Indonesia, tetapi tidak berbuat sesuatu untuk Indonesia. Anak-anak muda harus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, mengembangkan kompetensi, serta berani menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Irvandy berharap para siswa SMK Mudisa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, dan mampu bersaing di tingkat global.
SUMPAH PEMUDA BUKAN SEKADAR KENANGAN, TETAPI TANGGUNG JAWAB MASA DEPAN
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.
Semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia harus terus hidup di tengah tantangan zaman, derasnya perkembangan teknologi, serta berbagai pengaruh yang dapat menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai kebangsaan.
Bagi SMK Mudisa, keterlibatan siswa dalam kegiatan ini merupakan bukti bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap bangsa.
Dari Taman Makam Pahlawan W.R. Supratman, semangat itu kembali diteguhkan: perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti sebagai cerita sejarah, tetapi harus dilanjutkan melalui prestasi, akhlak, persatuan, dan karya nyata generasi muda.
Sebab, Indonesia masa depan membutuhkan pemuda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Bukan hanya terampil, tetapi juga bertanggung jawab. Dan bukan hanya berani bermimpi, tetapi juga berani berjuang mewujudkannya.






