TNI

Pasca-Kebakaran KMP Batu Mandi, TNI AL Perketat Pengawasan Keselamatan Kapal di Merak

9
×

Pasca-Kebakaran KMP Batu Mandi, TNI AL Perketat Pengawasan Keselamatan Kapal di Merak

Sebarkan artikel ini

BANTEN | Tribhuwana.com – Keselamatan pelayaran bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut perlindungan nyawa setiap penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut. Komitmen tersebut ditunjukkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten dengan melakukan inspeksi fasilitas pelabuhan dan kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Banten, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut, khususnya setelah insiden kebakaran KMP Batu Mandi di Perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. Inspeksi sekaligus dilakukan untuk memastikan kesiapan armada dan fasilitas penyeberangan menjelang periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Dalam kegiatan tersebut, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan peninjauan langsung terhadap kapal-kapal penyeberangan yang tengah bersandar di Pelabuhan Merak.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan KSOP Kelas I Banten, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), INFA & Port, Polairud Polda Banten, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Sinergi lintas instansi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan operasional kapal sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran.

Sejumlah perangkat keselamatan menjadi perhatian dalam inspeksi tersebut. Di antaranya ketersediaan dan kondisi life jacket (rompi pelampung), sekoci, liferaft (rakit penolong), EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) sebagai perangkat pemancar sinyal darurat, hingga sistem CO2 Central di ruang mesin.

Selain pemeriksaan perlengkapan keselamatan, tim juga meninjau jurnal atau catatan pemeriksaan dan pemeliharaan kapal. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pengecekan rutin berjalan sebagaimana mestinya serta awak kapal memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi dan koordinasi bersama mengenai pentingnya penerapan prosedur keselamatan secara konsisten di atas kapal.

Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kehadiran TNI AL dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengawasan dan pemantauan keamanan maritim, khususnya di wilayah Perairan Selat Sunda.

Melalui inspeksi ini, diharapkan seluruh operator kapal semakin meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan dalam memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Terlebih, menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru, kesiapan armada, kelengkapan alat keselamatan, serta kompetensi awak kapal menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.

Sebab, di balik setiap perjalanan penyeberangan, terdapat harapan masyarakat untuk sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Keselamatan penumpang harus senantiasa menjadi prioritas utama.