Gresik – Lantunan selawat yang berpadu dengan tabuhan rebana mengiringi kepedulian terhadap anak yatim piatu dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan Malam Seribu Rebana dan santunan anak yatim piatu, PAC IPNU-IPPNU Duduksampeyan menghadirkan momentum kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) mulai pukul 19.00 WIB tersebut dipusatkan di depan GOR Serbaguna Desa Duduksampeyan. Acara ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), serta jajaran pengurus IPNU-IPPNU setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Duduksampeyan M. Imron Rosyadi, S.A.P., Kepala Desa Said Sa’dan, S.T., M.M., Ketua MWC NU Duduksampeyan H. M. Ilham Shohib, S.Pd.I., serta perwakilan Koramil 0817/11 Duduksampeyan dan Polsek Duduksampeyan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. Pemberian santunan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Kepala Desa Duduksampeyan Said Sa’dan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian sosial tersebut. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan semangat gotong royong di lingkungan desa.
Sementara itu, Plt. Camat Duduksampeyan M. Imron Rosyadi turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga kebersamaan, serta mendorong generasi muda agar terus berkontribusi positif bagi masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika grup banjari PAC IPNU-IPPNU Duduksampeyan tampil dalam agenda Malam Seribu Rebana. Lantunan selawat yang diiringi tabuhan rebana menghadirkan suasana religius dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan tradisi seni Islami.
Penampilan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya keagamaan. Perpaduan seni, dakwah, dan kegiatan sosial menjadikan peringatan Hari Santri tidak sekadar seremoni, tetapi juga sarana mempererat hubungan antargenerasi.
Ketua PAC IPNU Duduksampeyan Solahudin Faris Al Ayubi, Ketua PAC IPPNU Duduksampeyan Febby Alfina Pratiwi, dan Ketua Panitia Muhammad Ikbal Ardiansyah turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi para pemuda dan pelajar NU menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Perwakilan Koramil 0817/11 Duduksampeyan, Serma Nanung, yang hadir mewakili Danramil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Malam Seribu Rebana dan santunan anak yatim piatu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara generasi muda, tokoh agama, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh. Kami juga mengapresiasi peran IPNU-IPPNU dalam mengajak generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif serta menjaga tradisi keagamaan,” ungkap Serma Nanung.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperkuat persatuan dan menanamkan nilai-nilai sosial serta keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui Malam Seribu Rebana dan santunan anak yatim piatu, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Duduksampeyan diharapkan mampu memperkuat nilai religius, kepedulian sosial, serta semangat generasi muda untuk berkontribusi bagi masyarakat dan menjaga tradisi ke Islaman.






