Uncategorized

Produk Warga Binaan Rutan Surabaya Laris di Bazar UMKM Sidoarjo, 53 Produk Terjual

7
×

Produk Warga Binaan Rutan Surabaya Laris di Bazar UMKM Sidoarjo, 53 Produk Terjual

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO I Tribhuwana.com – Karya dan keterampilan menjadi jembatan bagi Warga Binaan untuk menatap masa depan. Semangat itulah yang ditunjukkan Rutan Kelas I Surabaya melalui partisipasinya dalam Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM yang digelar Radar Sidoarjo di Parkir Timur GOR Sidoarjo, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, stan Rutan Kelas I Surabaya menghadirkan sejumlah produk makanan olahan hasil karya Warga Binaan, mulai dari donat, roti gulung abon, bakpao, hingga sambal. Beragam produk itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas kepada masyarakat.

Antusiasme pengunjung turut mewarnai kegiatan tersebut. Sebanyak 53 produk berhasil terjual selama bazar berlangsung. Respons positif juga datang dari konsumen yang mengapresiasi cita rasa dan tekstur produk, khususnya donat yang dinilai enak dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pusat perbelanjaan.

Produk hasil pembinaan itu juga menarik perhatian Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, yang turut membeli produk di stan Rutan Kelas I Surabaya.

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Surabaya, Imam Haidar Pratama, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam bazar tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan hasil keterampilan Warga Binaan kepada masyarakat luas.

Produk yang dipasarkan merupakan hasil karya Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Menurutnya, kegiatan kerja tidak sekadar menghasilkan barang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan kemandirian, serta mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Partisipasi dalam bazar ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan tidak berhenti di balik tembok pemasyarakatan. Melalui karya yang dapat diterima masyarakat, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan membangun kepercayaan terhadap hasil kerja mereka.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus membuka ruang pemasaran bagi produk Warga Binaan. Sebab, di balik setiap produk yang dihasilkan, tersimpan proses belajar, harapan untuk memperbaiki diri, dan bekal untuk menapaki kehidupan yang lebih mandiri setelah menjalani masa pembinaan.