Gaya HidupPolri

Kisah Sunani, Janda Tiga Anak yang Terjerat Kasus Pencurian Beras, Kini Mendapat Uluran Tangan Kapolda Jatim

9
×

Kisah Sunani, Janda Tiga Anak yang Terjerat Kasus Pencurian Beras, Kini Mendapat Uluran Tangan Kapolda Jatim

Sebarkan artikel ini

JEMBER | Tribhuwana.com – Di balik sebuah peristiwa pencurian beras, tersimpan kisah kehidupan seorang ibu yang tengah berjuang mempertahankan hidup bersama ketiga anaknya. Sunani (45), seorang janda yang harus menghidupi keluarganya seorang diri, menghadapi kenyataan sulit ketika kebutuhan sehari-hari terus berjalan, sementara pekerjaan dan penghasilan tak lagi dimilikinya.

Dalam kondisi ekonomi yang terdesak, Sunani nekat mengambil beras di sebuah toko sembako di salah satu kawasan perumahan di Jember. Peristiwa tersebut kemudian membawanya berhadapan dengan persoalan hukum.

Namun, di balik peristiwa itu, ada sisi kehidupan yang mengundang kepedulian. Sebuah gambaran tentang perjuangan seorang ibu yang berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya di tengah keterbatasan.

Merespons kondisi tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., memberikan bantuan modal usaha kepada Sunani. Sementara itu, Polres Jember juga menempuh penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice serta menyalurkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bantuan tersebut disampaikan secara langsung melalui Kasat Lantas Polres Jember, Selasa (3/11/2026), sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan hidup.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus upaya memberikan kesempatan kepada Sunani untuk kembali menata kehidupannya.

“Di balik setiap persoalan, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu kita lihat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi langkah awal bagi Ibu Sunani untuk kembali menata kehidupan, membuka usaha, dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan cara yang lebih baik. Bantuan sembako ini juga diharapkan dapat meringankan beban keluarga untuk sementara waktu,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian tersebut membawa pesan bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali masa depan.

Bagi Sunani, bantuan itu bukan semata modal usaha maupun kebutuhan pokok. Di tengah hari-hari yang penuh keterbatasan, kepedulian tersebut menjadi secercah harapan bahwa ia tidak harus menghadapi seluruh kesulitan seorang diri.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Ketika hukum tetap ditegakkan sesuai ketentuan, pendekatan kemanusiaan juga dapat membuka ruang bagi seseorang untuk memperbaiki kehidupannya.

Sebab, di balik seragam dan tugas pengabdian, ada tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika persoalan muncul, tetapi juga ketika seseorang membutuhkan uluran tangan untuk kembali bangkit.

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban dan menegakkan hukum, tetapi juga untuk merawat harapan serta memberi ruang bagi kemanusiaan.