Gaya Hidup

Hari Bhakti Imipas ke-2, Rutan Surabaya Tebar Kepedulian, 50 Paket Sembako Disalurkan kepada Warga Medaeng

6
×

Hari Bhakti Imipas ke-2, Rutan Surabaya Tebar Kepedulian, 50 Paket Sembako Disalurkan kepada Warga Medaeng

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO | Tribhuwana.com – Semangat pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tugas kedinasan. Di tengah masyarakat, kepedulian sederhana justru dapat menjadi bentuk kehadiran institusi yang paling dirasakan manfaatnya.

Semangat itulah yang ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya dalam memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) ke-2. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Rutan Kelas I Surabaya, Medaeng, Kamis (5/11/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman depan Rutan Kelas I Surabaya. Jajaran pejabat struktural bersama petugas turut hadir dan menyerahkan langsung paket kebutuhan pokok kepada warga penerima manfaat.

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Imipas ke-2. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhakti Imipas ke-2 ini, kami ingin berbagi dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami menyadari bahwa keberadaan Rutan tidak terlepas dari lingkungan sekitar. Karena itu, sudah menjadi bagian dari kepedulian kami untuk turut memberikan manfaat, meskipun melalui hal sederhana seperti penyaluran bantuan sembako,” ujarnya.

Menurut Tristiantoro, keberadaan institusi pemerintah di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Kepedulian sosial menjadi salah satu bentuk pengabdian yang perlu terus dipelihara, seiring dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara jajaran Rutan Kelas I Surabaya dan warga Medaeng.

“Bagi kami, pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas dan tanggung jawab di dalam lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga bagaimana kehadiran kami bisa dirasakan secara positif oleh masyarakat. Semoga semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong ini terus terjaga,” tambahnya.

Melalui bantuan 50 paket sembako tersebut, Rutan Kelas I Surabaya berupaya membantu meringankan kebutuhan warga, sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, pelayanan, dan pemeliharaan keamanan di dalam rutan. Lebih dari itu, pemasyarakatan juga memiliki peran sosial dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitarnya.

Interaksi langsung antara petugas dan warga menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan publik. Sebab, hubungan harmonis antara institusi dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kepedulian serta tindakan nyata.

Peringatan Hari Bhakti Imipas ke-2 pun menjadi pengingat bahwa makna pengabdian tidak semata-mata diukur dari pelaksanaan tugas formal, melainkan juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Dari Medaeng, Rutan Kelas I Surabaya menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di balik tembok rutan, tetapi juga tentang kepedulian, kemanusiaan, dan kebersamaan bersama masyarakat.

Sebab, pengabdian yang sesungguhnya bukan hanya terlihat dari apa yang dikerjakan, tetapi juga dirasakan dari manfaat yang diberikan.