*Gaya Hidup

Bappenas Tinjau Pelabuhan Tanjung Perak, Konektivitas Logistik dan Efisiensi Biaya Jadi Sorotan

17
×

Bappenas Tinjau Pelabuhan Tanjung Perak, Konektivitas Logistik dan Efisiensi Biaya Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA Tribhuwana.com — Penguatan konektivitas antarpelabuhan dan efisiensi biaya logistik nasional menjadi perhatian dalam penajaman perencanaan pembangunan pemerintah. Hal tersebut mengemuka saat Kementerian PPN/Bappenas meninjau Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Senin (26/10/2026), untuk melihat langsung kebutuhan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak dan integrasi jaringan logistik nasional.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penajaman pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 serta penyusunan RKP Tahun 2028 di Provinsi Jawa Timur.

Rombongan Bappenas dipimpin Direktur Sinergi dan Tata Kelola Perencanaan Pembangunan, Heriyadi. Kedatangan mereka disambut Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, bersama Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan.

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau aktivitas operasional terminal sekaligus berdiskusi mengenai kebutuhan pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas pelabuhan, dan konektivitas transportasi yang mendukung kelancaran arus barang.

Heriyadi mengatakan, peninjauan lapangan menjadi bagian penting untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan dengan kebutuhan serta kondisi aktual di lapangan.

“Melalui kegiatan peninjauan ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan dan potensi pengembangan pelabuhan sebagai salah satu masukan dalam proses perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Heriyadi.

Biaya Logistik dan Integrasi Jaringan Pelabuhan

Dalam sesi diskusi, Bappenas dan Pelindo membahas pengembangan jaringan pelabuhan terpadu untuk meningkatkan efisiensi transportasi laut sekaligus menekan biaya logistik nasional.

Salah satu perhatian yang mengemuka adalah tingginya biaya logistik, terutama yang berkaitan dengan sektor transportasi. Karena itu, pengembangan simpul peti kemas di berbagai wilayah, peningkatan fasilitas pelabuhan, serta penguatan integrasi layanan angkutan laut dinilai perlu menjadi bagian dari perencanaan yang saling terhubung.

Integrasi tersebut diharapkan mampu membangun sistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif, sekaligus mendukung pemerataan distribusi barang serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pemaparannya, Pelindo menjelaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak telah diselaraskan dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik, serta dokumen tata ruang wilayah.

Arah pengembangan mencakup peningkatan kapasitas pelabuhan, penguatan konektivitas multimoda, dan digitalisasi layanan kepelabuhanan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperlancar arus barang dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pelindo juga memaparkan sejumlah inisiatif pascaintegrasi, antara lain standardisasi layanan pelabuhan secara nasional, integrasi sistem teknologi informasi, optimalisasi konektivitas antarpelabuhan, serta pengembangan layanan logistik dan kawasan hinterland.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pelindo diarahkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai operator pelabuhan, tetapi juga memperkuat perannya dalam mengintegrasikan ekosistem maritim dan logistik nasional.

TPS Perkuat Produktivitas dan Konektivitas Multimoda

Sementara itu, TPS menyampaikan upaya peningkatan layanan peti kemas melalui modernisasi peralatan, peningkatan produktivitas terminal, pengembangan konektivitas multimoda, serta integrasi layanan dengan kawasan industri dan pusat logistik di wilayah hinterland Pelabuhan Tanjung Perak.

Penguatan konektivitas ini menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung distribusi barang dari dan menuju pelabuhan. Keterhubungan antara terminal, jaringan transportasi, kawasan industri, dan pusat distribusi diharapkan dapat memperkuat daya saing logistik.

Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, yang akrab disapa Ipung, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas dan layanan kepelabuhanan terus didorong agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama di kawasan timur Indonesia. Kami berharap rencana pengembangan pelabuhan dapat terus diselaraskan dengan prioritas pembangunan pemerintah,” ujar Ipung.

Masukan untuk Perencanaan Pembangunan 2027–2028

Tim Bappenas mengapresiasi upaya transformasi dan integrasi yang telah dijalankan Pelindo Group. Pendekatan yang menghubungkan pengembangan pelabuhan, transportasi, kawasan industri, dan jaringan logistik dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien.

Hasil peninjauan dan diskusi tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam proses penajaman RKP Tahun 2027 dan penyusunan RKP Tahun 2028, khususnya terkait pengembangan konektivitas nasional dan jaringan pelabuhan terpadu.

Dengan posisi strategis Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang perdagangan utama di kawasan timur Indonesia, pengembangan pelabuhan diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi barang, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.