SUMENEP | Tribhuwana.com – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tak sekadar menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui khitanan massal gratis yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian bakti sosial terpadu di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep.
Program tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat. Sebanyak 150 anak tercatat mengikuti khitanan massal. Melihat tingginya minat warga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah kapasitas pelayanan hingga 175 anak agar lebih banyak keluarga dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara gratis.
Khofifah mengatakan, kesehatan merupakan salah satu dimensi penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendekatan pembangunan yang kita lakukan adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index. Ada tiga dimensi penting yang terus kita kuatkan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Khofifah.
Menurutnya, berbagai layanan dan bantuan yang dihadirkan dalam kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga, termasuk pelayanan khitanan massal yang memperoleh respons positif dari masyarakat.
“Layanan dan bantuan yang kita hadirkan hari ini diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk khitan massal yang ternyata mendapat antusiasme cukup besar,” imbuhnya.
Pelayanan Khitanan Mengutamakan Keselamatan Anak
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, kegiatan khitanan massal melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur, dengan dukungan konsultan spesialis urologi dan anestesi.
Sebanyak 25 meja tindakan disiapkan lengkap dengan peralatan medis, obat-obatan, serta bahan medis habis pakai. Pelayanan juga dirancang melalui sejumlah tahapan untuk memastikan kesiapan dan keselamatan setiap peserta.
Proses diawali dengan pendaftaran dan verifikasi identitas, dilanjutkan skrining riwayat kesehatan, pemeriksaan tanda vital, serta kondisi fisik anak sebelum tindakan dilakukan.
Orang tua atau wali peserta turut mendapatkan penjelasan mengenai prosedur tindakan dan melengkapi persetujuan tindakan medis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan berlangsung sesuai prosedur, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan anak.
Tidak berhenti pada tindakan medis, peserta juga memperoleh obat sesuai indikasi, surat kontrol, bingkisan, serta edukasi sebelum kembali ke rumah bersama pendamping.
Dengan demikian, pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan awal, tindakan khitan, hingga tindak lanjut setelah tindakan medis.
Khofifah menegaskan, perluasan jangkauan pelayanan publik membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, dan berbagai lembaga pendukung.
“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa program pembangunan dan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 240 Warga
Selain khitanan massal, bakti sosial terpadu di Pantai Slopeng juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan umum serta layanan kesehatan gigi dan mulut.
Untuk layanan kesehatan umum, sebanyak 240 orang menjadi sasaran pemeriksaan yang ditujukan bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia. Pemeriksaan meliputi status gizi, kadar gula darah, kesehatan jantung, serta faktor risiko stroke.
Mobil rontgen turut disiapkan untuk menunjang pemeriksaan bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tuberkulosis (TBC).
Sebanyak 20 tenaga kesehatan diterjunkan dalam pelayanan tersebut. Mereka berasal dari Puskesmas Dasuk Kabupaten Sumenep, RS Pura Raharja Surabaya, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), serta TNI Angkatan Laut.
Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan memperoleh edukasi kesehatan sekaligus kesempatan mendeteksi lebih dini faktor risiko maupun gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, layanan kesehatan gigi dan mulut mendapat dukungan dari jajaran TNI dan IKA UNAIR. Sejumlah tenaga medis, termasuk dokter gigi dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, dan Sumenep, dilibatkan dalam pelayanan tersebut.
Mobil klinik gigi juga disiapkan untuk mendukung pemeriksaan dan tindakan sesuai kebutuhan medis masyarakat.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada IKA UNAIR dan seluruh pihak yang telah mendukung penyediaan tenaga medis dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada IKA UNAIR yang telah memberikan dukungan tenaga medis, termasuk dokter gigi. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tuturnya.
Perhatian bagi Ibu Hamil dan Balita
Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak turut menjadi bagian dari kegiatan bakti sosial tersebut. Sebanyak 100 paket bantuan dari BAZNAS Jawa Timur disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi.
Berbagai layanan tersebut melengkapi rangkaian kegiatan di Pantai Slopeng yang mencakup pelayanan publik, literasi, hingga bantuan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Kehadiran beragam program dalam satu lokasi diharapkan memudahkan warga mengakses layanan sesuai kebutuhan sekaligus memperkuat pendekatan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Khofifah pun menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Sumenep, BAZNAS, IKA UNAIR, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih luas, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Sinergi ini menjadi kekuatan luar biasa. Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, berbagai layanan dan bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.
“Mudah-mudahan seluruh ikhtiar ini membawa manfaat dan barokah bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.







