SURABAYA | Tribhuwana.com – Ikatan alumni bukan sekadar ruang untuk merawat kenangan masa kuliah dan mempererat persaudaraan. Lebih dari itu, jejaring alumni menyimpan potensi besar untuk menghadirkan gagasan, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Indonesia yang digelar di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Sabtu (17/10/2026). Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan anggota DPR RI Reni Astuti.
Munas yang diikuti puluhan alumni dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jakarta, dan Yogyakarta, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pergantian kepemimpinan IKA UPN Veteran Indonesia untuk periode 2026–2031.
Bagi Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, kekuatan alumni dapat menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan. Berbekal pengalaman, keahlian, dan jejaring lintas profesi, alumni memiliki ruang untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Memperkuat Jejaring, Memperluas Pengabdian
Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan ant alumni memiliki nilai lebih ketika tidak berhenti pada pertemuan dan silaturahmi. Jejaring tersebut dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas daerah dan profesi.
Perspektif ini sejalan dengan perhatian Ning Lia terhadap isu pendidikan, perlindungan guru, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang memiliki kesempatan berkembang secara lebih luas.
Melalui organisasi alumni, pengalaman profesional para anggotanya juga berpeluang diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Misalnya, pendampingan pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, kegiatan sosial, hingga penguatan usaha masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan organisasi alumni tidak hanya diukur dari soliditas internal, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan di luar lingkungan organisasi.
Kepemimpinan Baru, Harapan Baru
Ketua Panitia Munas IKA UPN Veteran Indonesia, Khairul Mawahid, menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan organisasi dilakukan melalui mekanisme bergiliran antardaerah yang selama ini menjadi tradisi.
“Periode sebelumnya dari Jogja, kemudian Jakarta. Sekarang jatahnya Ketua IKA UPN Jawa Timur. Sifatnya memang bergilir, bukan pemilihan,” kata Khairul.
Ia menyebut Advokat Bramastyo Kusumo Negoro, yang saat ini menjabat Ketua IKA UPN Veteran Jawa Timur, diproyeksikan memimpin organisasi alumni tingkat nasional untuk periode 2026–2031.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kolaborasi ant alumni di berbagai wilayah.
Ke depan, IKA UPN Veteran Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi anggotanya melalui program yang terarah dan berkelanjutan. Bukan semata memperkuat ikatan di antara sesama lulusan, melainkan juga menjadikan pengalaman dan keahlian mereka sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, nilai sebuah jejaring tidak hanya terletak pada seberapa luas hubungan yang dibangun, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat dibagikan. (Anil)







