*Gaya HidupPendidikan

Dari Transaksi Halal hingga Zakat Produktif, UNAIR Tanamkan Nilai Ekonomi yang Berkemanfaatan

6
×

Dari Transaksi Halal hingga Zakat Produktif, UNAIR Tanamkan Nilai Ekonomi yang Berkemanfaatan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA | Tribhuwana.com — Guru Besar Ekonomi Islam Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Raditya Sukmana, SE., MA., mengajak mahasiswa memahami potensi ekonomi syariah Indonesia dalam Roadshow Program Sharia Young Leader Summit (SYLS), Jumat (16/10/2026). Kegiatan kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut berlangsung di Kampus MERR-C UNAIR.

Prof. Raditya menilai dukungan pemerintah dan kuatnya modal sosial masyarakat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memimpin ekonomi syariah global. Sektor ini mencakup perbankan, pasar modal, industri halal, serta keuangan sosial Islam.

Dalam perbankan syariah, ia menekankan pentingnya akad yang jelas, seperti murabahah atau jual beli dengan keuntungan yang disepakati. Ia juga mencontohkan Zamzam Tower di Makkah sebagai ilustrasi pemanfaatan instrumen sukuk dalam pengembangan aset terkait wakaf.

Industri Halal untuk Semua

Prof. Raditya menjelaskan bahwa industri halal tidak hanya memenuhi kebutuhan umat Muslim, tetapi juga mendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan produk. Penerapan standar penyembelihan yang sesuai syariat dan prinsip higiene menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pangan.

“Syariah itu hadir berupa aturan untuk menyelamatkan manusia,” tegasnya.

Zakat Produktif Berbasis Riset

Di sektor keuangan sosial, Prof. Raditya mengapresiasi peran BSI Maslahat dalam pengelolaan zakat dan wakaf. Ia menekankan bahwa penyaluran zakat produktif harus didukung riset, pendampingan, dan pemantauan agar bantuan tepat sasaran serta mampu meningkatkan kesejahteraan penerima.

Ia mencontohkan bantuan modal usaha yang perlu diawasi agar benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, kajian berbasis ilmu pengetahuan, seperti yang dilakukan Pusat Kajian Strategis BAZNAS, penting untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan.

Melalui SYLS, mahasiswa diharapkan memahami penerapan ekonomi syariah dalam transaksi keuangan, keamanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.