SURABAYA | Tribhuwana.com — Penguatan wawasan mahasiswa mengenai hubungan perubahan iklim dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR).
Edukasi tersebut disampaikan Senior Lecturer sekaligus Academic Lead bidang Kesehatan Masyarakat di Griffith University, Australia, Dr Hai Phung, dalam webinar internasional di Aula Soemarto FKM Kampus MERR-C, Minggu (18/10/2026).
Dalam pemaparannya, Dr Hai menjelaskan bahwa perubahan iklim, seperti gelombang panas, banjir, kekeringan, dan asap kebakaran hutan, dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kelompok rentan.
Ia mengajak mahasiswa memahami peran epidemiologi untuk mengidentifikasi risiko serta menentukan langkah pencegahan yang tepat. Pendekatan One Health juga menjadi materi penting, dengan menekankan keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Menurut Dr Hai, penanganan dampak perubahan iklim membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan data yang terintegrasi agar keputusan dapat diambil secara tepat.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam merancang program kesehatan sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperluas pemahaman tentang tantangan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif dalam menghadapi dampak perubahan iklim.







